Rabu, 26 Oktober 2011

Stay Alive

"I'll spread my wings and I'll learn how to fly
I'll do what it takes til' I touch the sky
And I'll make a wish
Take a chance
Make a change
And breakaway"

Kalender telah memasukin bulan November, itu artinya sudah genap 2 bulan-an ini saya berkecimpung dalam "dunia ketiga". Sebelum membahas lebih lanjut mari saya jelaskan tentang "dunia" yang saya miliki. Pada dasarnya manusia memiliki kehidupan dan dunia masing-masing, tapi khusus untuk saya sendiri, saya membaginya dalam tiga dunia (yang mungkin saja nanti akan bertambah), yaitu:
(1) Dunia Pertama aka Basic Life, merupakan dunia yangg bekaitan dengan kehidupan sebagai hamba Allah, peranku dalam Keluarga yg sangat saya sayangi, berinteraksi dengan teman-teman, serta memenuhi kebutuhan saya sebagai makhluk sosial seperti pendidikan, shopping, wisata kuliner, istirahat dan sebagainya.
(2) Dunia Kedua aka Originality Life, merupakan dunia yang berkaitan dengan keseharian saya dalam kesenian baik itu menggambar, olah vokal, cosplay, membuat plushies, dan lain-lain yang saya emban sejak saya masih gadis kecil.
(3) Dunia Ketiga aka Superiority Life, merupakan dunia yang berkaitan dengan perjuangkan saya dalam mengukir prestasi, bisa dibilang dunia dimana saya belajar segudang hal tentang jiwa kompetisi.

Tentu saja, di dalam tiap "dunia" yang kumiliki tidak selalu berjalan mulus, selalu ada batu di setiap jalan agar kita bisa jadi manusia yg lebih baik, 'kan? Terlebih lagi bila salah melangkah, maka akan mempengaruhi sisi "dunia" yang lain yang baru saya sadari di belakang, yang akhirnya mengundang situasi yang tak diharapkan dan harus segera diselesaikan.

Nah, berbicara tentang "dunia ketiga"-ku, sejak 2 bulan yg lalu saya menghabiskan waktu untuk persiapan lomba, bisa dibilang saya mengikuti 4 lomba, dua diantaranya adalah lomba international moot court yang benar-benar menyita waktu saya hingga malam hari. Namun kali ini bukan masalah lomba international moot court yang akan saya bahas, tapi tentang English Debate yang sering saya ikuti.

Alhamdulillah, saya sudah 2 kali mewakili kampus saya dalam English Debate, pertama sekitar bulan Mei lalu dan yg kedua yaitu pertengahan November kemarin. Namun di kedua lomba saya dan tim saya hanya bisa menyabet sampai peringkat 25 dan 20 besar.

"Kalah itu memang ada"



Akan tetapi, saya tidak pernah habis pikir terhadap seorang makhluk yang selalu menghancurkan mimpi dan merendahkan orang lain. Saya tidak mengerti mengapa orang lain dengan seenaknya mencaci-maki orang lain dengan mengambil patokan bahwasanya dirinya lah yang terhebat. Akibatnya dia menjadi musuh sejuta umat yang dikutuk dan diharapkan datangnya karma kepada dirinya. Jujur saya tidak suka dengan manusia yang congkak dan takabbur seperti itu, tapi di lain pihak, saya kasihan pada dirinya dan berharap dia akan sadar bahwa yang selama ini dia lakukan itu tidak baik.

Ya, tapi, tak bisa saya pungkiri, di dalam hati saya, orang-orang yang memiliki mulut setajam itu selalu membuat saya sadar bahwa saya memang bukan apa-apa dan masih banyak hal yang harus saya pelajari lagi, tapi bukan berarti mereka bisa membunuh perasaan orang lain seenaknya, 'kan? Semua ada batasannya.

Akhirnya, perasaan kalah dan badan yang sakit akan persiapan lomba memang tidak apa-apa ketika kita kalah atas sesuatu hal yang memang seharusnya begitu, akan tetapi semuanya dua kali lipat bertambah buruk gara-gara makian dan cacian dari orang lain atas kekalahan yang saya dapatkan, saya pun hanya bisa mengerutkan dahi, fisik saya sudah capek, begitu pula batin saya. Saya lelah dengan situasi dan kondisi seperti ini, yang akhirnya hanya memaksa saya untuk memasang topeng agar tetap berjalan di kedua sisi.
Saya ingin istirahat.


Kadangkala saya juga berpikir "kenapa saya kalah? kenapa saya tak bisa menang? ini tidak adil, padahal saya sudah berjuang", apa boleh buat, ketika seseorang kalah, hati dan pikiran terasa tertusuk dan rasanya sangat pahit harus menerima kenyataan itu, bahkan tak sedikit orang yang menitikkan air mata ketika mereka mengetahui bahwa mereka kalah. Namun tiap kali perasaan dan pikiran itu datang, saya segera menampiknya dengan berpikir positif "segala hal pasti ada hikmahnya dan mungkin saja memang belum rezeki saya, setidaknya saya sudah berjuang, walau saya kalah, ini merupakan proses bagi saya untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas lagi".

Terus menerus saya menanamkan perkataan itu di benak saya. Walaupun saya kalah, namun saya bahagia, tetap menyukuri apa yang telah saya dapatkan. Walaupun saya kalah, saya belajar banyak hal, hal-hal yang mungkin saja tak diketahui oleh orang lain. Ah, ya, akhir-akhir ini, saya semakin menyadari bahwasanya setiap hal-hal kecil adalah sesuatu hal yang besar dan mendatangkan kebahagian hingga seringkali merekahkan senyuman di wajah saya. Saya merasa penuh dan sangat bersyukur akan apa yang sudah saya dapatkan.
Terimakasih ya Allah.

Walaupun saya kalah sekarang, tapi saya yakin suatu hari saya pasti akan menang, dan walau mungkin tak di dunia ini, tapi kelak di kehidupan nanti yang abadi. Amin ya Rabb.



"Be Strong and Stay Alive"

Minggu, 04 September 2011

Drawing for My Beloved Parents

I dedicated this drawing with all of my heart to my beloved parents that already give me their love passionately until now.



I remember at that time, my drawing was really amateur, but if I want to see that past time with myself right now, I can say that though my drawing was really amateur, but it fulfilled by warmth and purity, just like an innocent little girl.

I remember too the time when I tried to draw with my best using crayon and I showed to my parents. With a really pure heart I showed them and with smile said
"this is me, this is mommy, and this is daddy"
then I saw them smile even laugh with said
"my, my, this is so sweet dear! You are really a good artist!!!"
then they would pat my head and hug me.

Not only that, recently I watched some videos in youtube that talking about Parents's love. These are several videos:







These videos make me realize how parents really love their own children. I believe in this world, Parents always love their children no matter how bad their children.

Until now I still can feel that moment, their words become my support until right now that can make me stand with both of my own feet to become a better artist.

I love that moment, but I more love my current life right now.
I love the way they raise me as their child. I love them to always support me from the very first time of my memory to begin drawing.

That's why, I'll try my best to be the best girl ever for you.
to can pay back what they already give to me with all of my heart.
to can see they smile once they see me.
to make them proud to have a child like me.
to make them feel blessed to raise a child like me.

I love you, Mom.
I love you, Dad.
Always and forever, until the end of my life.

My Recommended Playlist
~Bunda
~Surga di telapak kakimu
~My Mom is so amazing
~Yang Terbaik Bagimu (Ayah)

Selasa, 30 Agustus 2011

Happy Eid 1432H



Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H.
Minal Aidin wal Faizin. Mohon maaf lahir batin apabila ada kesalahan dan salah-salah kata yg tidak berkenan di hati semua, baik yang disengaja maupun yang tidak.
Mari kita meraih kemenangan-Nya bersama-sama.
Taqaballahu minna wa minkum.

Jumat, 26 Agustus 2011

Let Me See Your Smile Again


You smile happily.
I smile happily.

You smile passionately.
I smile passionately.

You smile…
I smile…

yes, You smile, but there’s a pain in your heart that makes those tears fall down.
yes, I smile, but there’s pain in my heart that makes these tears fall down.

You try to smile.
I try to smile.

You show fake smile.
I show fake smile.

You smile slightly.
I smile slightly.

You cannot bear it anymore hence you let those tears keeps falling down.
I cannot bear it anymore hence I let these tears keeps falling down.

You cannot smile properly.
I cannot smile properly.

You smile sadly.
I smile sadly.

You smile painfully.
I smile painfully.

You ask me “why are you crying?” with a gentle smile.
I answer you “because you are crying” with a gentle smile and tears on my cheeks.

Kamis, 25 Agustus 2011

Burden of Sacrifice



I leave behind my social life,
think that will be an answer to ease it.

I restrain my anxiety,
try become a better girl,
think that will be a key to lock it.

I stop my arguing,
try to cool down my heart,
so I can become a temper and wise one.

I disguise myself,
try to deceive peoples around me,
so they will never see my true vizard,
hence I can continue my life to confront it.

Thus,
I laugh as often as I can,
try to fool my own feeling,
thereat I can forget it easily.

I overlook my surroundings,
throw over no matter what they will say about me,
try to lighten the hole in my heart,
thus I can stay strong.

I give up my routines, try to put it aside,
because of that I can come as soon as possible to my home,
try to comfort the situation,
while hoping I can see a smile though it’s just a slight smile.

I show my best smile,
try to be steadfast one,
therefore I can conceal my tears and make peoples stop to worry.







but…






Why I’m dying inside?

Rabu, 24 Agustus 2011

Sketching

Recently I try to practice my sketching skill~ =w=
these are some of my sketching practice~

Random Girl


Random Guy


Francois Roosevelt (my beloved OC~ ^^)

Senin, 22 Agustus 2011

Dunia yang Tertunda

Huwaaaa~ Ohishashiburi desu nee~
sudah hampir 2 bulan saya tak memasukkan postingan baru ya~ maaf~
kemaren-kemaren sibuk UTS, habis itu pun schedule juga padatnya bukan main~
jadi sulit membagi waktu dan mengerjakan berbagai hal.

Berbicara tentang schedule yang padat dan kegiatan yang berjibun, saya jadi menyadari bahwasanya terkadang bahkan seringkali, begitu banyak dunia yang ingin kita masuki, jujur saya salah satu contoh manusia yang memaksa diri untuk memasuki banyak dunia. Saking maunya ini dan itu, saya mencoba semuanya, mulai dari menggambar (otodidak sih ya), membuat plushies, kursus baking cake, les biola, belajar bahasa jepang, join english debate, jadi cosplayer, jadi soprano di paduan suara mahasiswa, ikut moot court, ikut MUN (Model United Nation) Club, dan sebagainyaaaa~. Permasalahan yang selalu timbul adalah setelah cukup menguasai atau merasa sudah cukup atau bosan, pasti saya berenti dan tidak saya asah lebih dalam lagi (walau ada beberapa yang memang digeluti mati-matian). Pada akhirnya semua itu hanya menjadi dunia yang tertunda. Dunia yang seharusnya bisa berkembang, tapi akhirnya harus tertunda dan berhenti.

Tapi kadang kala, dunia yang tertunda tidaklah buruk. Karena dari situlah, kita bisa belajar mengenal dunia lebih baik, mengenal sekeliling kita, berinteraksi dengan mereka, mendapatkan pengalaman baru, bahkan lebih mengenal diri kita sendiri. Bahwasanya dunia yang tertunda itu dapat melahirkan jiwa baru yang membuka lembaran baru. Percaya atau tidak, sekali kita masuk dalam suatu dunia, ia akan memberikan warna tersendiri dalam diri tiap manusia. Dan seberapa pekat warna yang ditorehkannya itu tergantung dari seberapa besar usaha kita untuk mengeksplorasi dunia itu. Pada akhirnya ada orang yang memiliki banyak warna tapi mungkin tidak terlalu pekat, ada yang hanya sedikit tapi sangat pekat. Tapi bukan berarti perbedaan itu menjadi hal yang patut disesali, karena pada dasarnya manusia akan hidup saling mewarnai antara satu dengan yang lain di tiap dunia yang mereka temui. Karena semua orang itu istimewa, bahkan walaupun dunia yang dimilikinya hanyalah dunia yang tertunda.

My Playlist

Click the track to play the music~:iconohohohplz: :heart:

MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

My Video

One of video animation that I made~ :iconmonkeythumbplz:

My Deviantart

This is my beloved gallery where I upload my artworks~ :iconomgsocuteplz:
 

Masterpiece of Life Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger